Keunikan Dan Jenis Olahan Tempe Yang Bikin Sehat!

Makanan tempe adalah olahan kedelai dengan kandungan protein tinggi, yang mana diperkirakan berasal dari Indonesia ribuan tahun yang lalu. Penggunaan kata “tempe” yang pertama diketahui adalah selama awal abad ke-19 ketika disebutkan dalam volume sejarah Jawa. Sejak tahun 1970-an, ketika tempe sudah mulai tersedia di Negara-negara Barat, tempe telah menjadi pengganti umum untuk daging dalam memasak vegetarian dan vegan.

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari kedelai yang dimasak dan sedikit ditambah proses fermentasi. Fermentasi ini membantu memecah asam fitat pada kedelai, membuat pati dalam tempe lebih mudah dicerna. Setelah fermentasi, kedelai terbentuk menjadi sebuah bentuk kotak yang bisa dimasak, ataupun dikonsumsi secara langsung.

makanan tempe

Coba tambahkan tempe ke tumisan sayur, dan tambahkan bahan lain seperti tahu untuk menu sarapan yang lezat. Banyak resep merekomendasikan untuk melunakkan tempe sebelum kalian memasaknya. Biasanya, kalian diharuskan untuk mengukus atau merebusnya selama sekitar 10 menit. Meskipun secara teknis kalian dapat memakannya langsung dari kemasannya, proses ini bisa membuat tempe menjadi lebih enak dan lebih mampu menyerap bumbu dan saus.

Meski sudah akrab dengan makanan satu ini, sudah tahukah kalian tentang asal-usul tempe?

Sejarah Tempe di Indonesia

Tempe kemungkinan besar berasal dari pulau Jawa setidaknya beberapa abad yang lalu. Pada saat itu masyarakat Jawa, tanpa pelatihan formal di bidang mikrobiologi atau kimia, mengembangkan makanan keluarga ini lewat jalur fermentasi yang luar biasa yang disebut tempe.

Saat ini kita dapat menyebut produk ini sebagai pengganti daging, karena memiliki tekstur, rasa, dan kandungan protein yang hampir sama dengan berbagai makanan daging.

Sejak zaman kuno, bahasa Melayu telah menjadi lingua franca di Nusantara yang mencakup Malaysia dan Indonesia. Orang Jawa telah memiliki bahasa tertulis sejak zaman kuno, dengan prasasti batu yang ada yang berasal dari abad ketujuh Masehi. Sastra awal ini terutama membahas agama, filsafat, dan budaya, dengan sedikit informasi tentang makanan.

Referensi paling awal yang diketahui tentang tempe muncul dalam Serat Centini, yang mungkin ditulis sekitar tahun 1815 atas perintah Sunan Sugih, kemudian Putra Mahkota dan kemudian Pakubuwana V dari Surakarta, di Jawa Tengah bagian timur sekarang. Penulis utamanya mungkin adalah Rangga Sutrasna. Karya klasik sastra Jawa Modern ini memuat sebaris kalimat yang menyebutkan “bawang merah dan tempe mentah”. Inilah yang kemudian disebut sebagai asal-usul tempe.

Jenis Olahan Tempe Yang Unik

Selain tempe yang biasa kita beli di pasar, ada juga jenis olahan makanan tempe yang unik dan jarang kita lihat.

Tempe Bongkrek

Tempe jenis ini saat ini sudah tidak banyak diproduksi. Pembuatan tempe bongkrek sebenarnya sudah dilarang sejak tahun 1969, namun kenyataannya masih ada warga yang memproduksi atau mengkonsumsi makanan yang sangat berbahaya tersebut.

Sebelumnya, banyak orang yang keracunan setelah memakan tempe bongkrek. Tempe jenis ini dibuat dari ampas kelapa, limbah industri dan juga limbah rumah tangga. Itu sebabnya dapat menyebabkan racun karena mengandung asam yang cukup tinggi, dan telah melebihi batas yang disarankan.

Mengkonsumsi tempe bongkrek secara berlebihan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian karena terkontaminasi oleh sejenis bakteri yang tumbuh lebih cepat dari jamur bongkrek.

Tempe Koro

Dulu, tempe koro banyak dibuat untuk dikonsumsi sehari-hari. Tempe jenis ini sebenarnya mengandung asam sianida beracun. Namun jika proses pembuatannya meliputi proses perendaman dan pencucian berulang kali kemudian direbus dalam jangka waktu tertentu, maka tempe koro bisa dibuat menjadi enak dan sekaligus aman dari racun.

tempe koro bacem

Tempe koro atau tempe kacang koro memiliki tampilan seperti tempe kedelai. Jenis tempe ini merupakan bahan alternatif pembuatan tempe selain kedelai. Bentuknya padat dan kompak dengan jamur atau kapas di permukaannya.

Jenis makanan tempe ini memiliki rasa gurih yang khas dan memiliki tekstur yang lembut. Ia juga mengandung sekitar 9-10% protein sehingga cukup baik untuk sumber protein tubuh.

koalasantuy
Akun admin yang suka baca, tapi ga suka nulis. Hobi bertani dan punya banyak hewan peliharaan di Stardew Valley. Coffee addict